Kemarin aku udah dua kali menulis tentang masalah safety/keselamatan dalam bekerja. Satu tentang kecelakaan kerja yang menimpa seorang teman dan satu lagi tentang bekerja di ketinggian. Satu adalah kejadian kecelakaan yang sebenarnya dan pernah terjadi di tempat aku bekerja dan yang satu tentang bagaimana bila kita bekerja dan terjatuh dari ketinggian dan belum sempat menjadi kenyataan, kecuali terhadap seekor anak burung yang jatuh dari atap. Dan juga keduanya tidak menimpa diriku tentunya.
Tapi rupanya tidak selamanya keberuntungan selalu berpihak pada diri ini. Dalam setiap safety meeting yang digelar setiap awal kerja, selalu ditekankan untuk menjaga keselamatan. Tapi aku kira, hal yang selama ini ditekankan kalau 98% kecelakaan kerja diakibatkan oleh kecerobohan dan 2% adalah karena nasib, dari dulu aku kurang setuju. The will of God is primary and no one can escape.
Ditekankan pula bila mengalami kurang enak badan, mengantuk atau lelah untuk segera istirahat untuk menghindari adanya kecelakaan.
Bukan maksud ngeles tapi memang rasanya aku sudah melakukan semua itu. Emang sie, waktu itu aku masuk malam, tapi rasa kantuk itu belum datang sedikitpun, walaupun jan sudah menunjukkan dini hari. Juga saat mulai merasa lelah, sebenarnya aku jug alangsung mau istirahat.
Nah, sialnya itu, pas mau istirahat itu dan dalam keadaan yang lemas tiba-tiba pipa yang aku pegang terlepas dan memukul jempol kiriku yang teramat seksi ini. Dan sebagai hasilnya jempol itu memar, bengkak dan sobek da……
huhuhuuuuuuuuuuuu

wkwkwkwkwkwkw saya kira siapa yang kecelakaan dan ternyata sampean, duch.. saya kira juga kecelakaannya parah, ternyata cuma tergores saj thowq.. he he he
biar kata gitu sakit gan
disyukuri aja mas..
siapa tau ada hikmahnya..
Yups……., pasti selalu ada hikmah dibalik kejadian
kecelakaan fatal nih
sedj